KBAI, 3 April 2025 – Persatuan Ulama Muslim Sedunia (IUMS) telah mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh umat Islam dan dunia internasional untuk segera bertindak menyokong rakyat Gaza yang tengah berada dalam situasi krisis kemanusiaan.
Organisasi ini menekankan pentingnya solidaritas global melalui aksi nyata, baik secara militer, ekonomi, maupun diplomatik, serta meminta agar khutbah Jumat pekan depan di seluruh dunia difokuskan untuk membela Gaza.
Dalam pernyataannya, IUMS menyerukan hati nurani manusia dan keimanan umat Islam untuk menghentikan pembunuhan brutal terhadap wanita, anak-anak, dan warga sipil lainnya di Gaza.
Baca Juga: Krisis di Gaza Memburuk, Penjajah Israel Blokade Pengiriman Bantuan Kemanusiaan
Serangan militer yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan Zionis Israel, yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, dinilai telah melampaui batas kemanusiaan. Tidak hanya menggunakan senjata mematikan, tetapi juga menjadikan kelaparan, kehausan, dan penyakit sebagai senjata perang.
Pernyataan Resmi IUMS: Kewajiban Agama dan Kemanusiaan
IUMS dengan rasa cemas dan duka mendalam mengikuti perkembangan di Jalur Gaza, di mana penduduknya menjadi korban genosida massal, kejahatan perang sistematis, blokade tidak adil, dan pengusiran paksa.
Di bawah tekanan mesin militer Zionis yang didukung oleh kekuatan hegemoni global, IUMS menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama rakyat Palestina.
Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan,” (QS Al-Anfal: 72),
Serta hadis Nabi Muhammad SAW: “Perumpamaan kaum mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan berempati adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan demam dan tidak bisa tidur,” (HR Bukhari-Muslim)
IUMS menyerukan tindakan kolektif untuk melawan ketidakadilan ini.
Langkah-Langkah Konkrit yang Direkomendasikan
Sebagai tanggapan atas situasi kritis ini, IUMS menyerukan langkah-langkah berikut:
Khutbah Jumat Bersatu untuk Gaza
Para imam dan khatib di seluruh dunia diminta untuk menetapkan tema khutbah Jumat pada 6 Syawal 1446 H (4 April 2025) sebagai “Menyokong Gaza…
Kewajiban Umat dan Menghentikan Agresi adalah Fardu Utama.” Khutbah harus fokus pada mengutuk kebisuan internasional terhadap kejahatan di Gaza, termasuk pembunuhan, kelaparan, dan pengusiran paksa.
Umat juga diajak untuk memberikan dukungan materi dan moril kepada rakyat Gaza.
Aksi Damai Global
Seluruh jamaah di masjid-masjid di seluruh dunia diimbau untuk turun ke jalan dalam aksi damai setelah shalat Jumat.
Aksi ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dengan Gaza dan menuntut penghentian agresi.
Peserta diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan perdamaian, sambil mengangkat spanduk yang mengekspos kejahatan Zionis.
Koordinasi Lembaga-Lembaga Islam
Federasi ulama dan organisasi Islam di negara-negara seperti Yordania, Suriah, Libya, Yaman, Irak, Turki, Malaysia, Pakistan, dan lainnya diminta untuk mengorganisir kampanye politik dan bantuan kemanusiaan guna meningkatkan tekanan terhadap penjajah.
Keberlanjutan Gerakan
Pentingnya mempertahankan momentum gerakan ini setiap minggu hingga agresi dihentikan dan blokade diangkat sepenuhnya dari Gaza.
Partisipasi Masyarakat Sipil Internasional
Organisasi hak asasi manusia, parlemen, pengacara, serikat profesional, mahasiswa, dan jurnalis diimbau untuk mengorganisir protes damai, mengajukan gugatan hukum terhadap pemimpin pendudukan dan pasukannya di forum internasional, serta mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia.
Jangan Lewatkan: Hamas Siap Hadapi Serangan Darat Israel di Gaza
Ajakan untuk Solidaritas Global
IUMS mengapresiasi semua upaya internasional yang telah dilakukan untuk mendukung rakyat Gaza, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan maupun advokasi politik.
Organisasi ini juga berdoa agar umat Islam diberikan persatuan dan kekuatan untuk melawan ketidakadilan, serta melindungi nyawa dan martabat saudara-saudara mereka di Palestina.
“Allah mengetahui niat kita dan menunjukkan jalan yang benar.”
Dikeluarkan di Doha pada:
4 Syawal 1446 H / 2 April 2025
Dr. Ali bin Muhammad Al-Sallabi
(Sekretaris Jenderal)
Prof. Dr. Ali Muhiyuddin Al-Qaradaghi
(Presiden)
Sumber: ikhwanonline.com




