Targetkan Mahasiswa Yahudi Pro Palestina, Kelompok Pro-Israel Dikecam

by -120 Views
Banyak pemuda Yahudi Amerika telah mendukung perjuangan rakyat Palestina di Gaza. (Foto: newarab.com)

Sebuah kelompok pro-Israel yang mengklaim memerangi kebencian terhadap orang Yahudi justru menuai kritik pedas setelah secara terbuka mengungkap identitas empat mahasiswa Yahudi di Universitas Columbia yang mendukung Palestina.

Para mahasiswa tersebut sebelumnya melakukan protes dengan merantai diri mereka di gerbang dekat kapel universitas pada hari Kamis.

Kelompok bernama Documenting Jew Hatred on Campus at Columbia University ini menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengekspos dan melawan antisemitisme.

Namun, para kritikus menuduh bahwa kelompok tersebut justru memanfaatkan isu antisemitisme untuk mempromosikan agenda pro-Israel sambil membungkam advokasi untuk Palestina.

Baca Juga:

Doxxing Aktivis Yahudi Pro Palestina

Tindakan terbaru mereka—mengungkap nama aktivis Yahudi pendukung Palestina tanpa izin—telah memicu tuduhan bahwa mereka mencampuradukkan kritik terhadap Israel dengan antisemitisme.

Aktivis Yahudi pro-Palestina, Katie Halper, menggunakan platform media sosial X untuk mengecam tindakan kelompok tersebut: “Satu-satunya ‘kebencian terhadap orang Yahudi’ yang kamu dokumentasikan adalah kebencianmu sendiri,” tulis Halper.

“Kamu mencemarkan nama baik empat mahasiswa Yahudi yang berani dan memiliki hati nurani. Sedangkan kamu, terlalu pengecut untuk mengungkap identitasmu. Mungkin kamu bahkan bukan orang Yahudi. Jika kamu yakin dengan tindakanmu, berhenti bersembunyi.”, lanjutnya.

Praktik “doxxing”—mengungkap informasi pribadi individu tanpa izin—telah dikaitkan dengan mendorong pelecehan online dan, dalam beberapa kasus, kekerasan dunia nyata.

Pembungkaman Aktivis Pro-Palestina di AS

Mengingat pemerintahan Trump sedang meningkatkan penindakan terhadap para demonstran pro-Palestina di seluruh AS, informasi yang diungkap dapat digunakan oleh otoritas untuk menargetkan mahasiswa non-warga negara, sehingga menempatkan mereka dalam risiko deportasi.

Saat ditanya oleh seorang pendukung Israel di X apakah para demonstran benar-benar Yahudi, kelompok tersebut ragu-ragu menjawab: “Sepertinya mereka semua Yahudi, ya.”

Pernyataan ini dengan cepat menjadi bahan ejekan di kalangan pendukung Palestina di media sosial. Salah satu pengguna X menulis dengan nada sarkastis:
“Ini adalah postingan bodoh. Kamu terlalu panik… 100% dari anak-anak ini adalah Yahudi.”

Aktivis politik dan mantan pembawa acara TV, Briahna Joy Gray, juga ikut berkomentar kepada kelompok tersebut:
“Mungkin berhenti mengganggu anak-anak Yahudi?”

 Jangan Lewatkan:

Meningkatnya Solidaritas Yahudi kepada Palestina

Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya solidaritas dari kaum muda Yahudi Amerika terhadap perjuangan Palestina, terutama setelah kampanye militer Israel di Gaza yang telah memicu kecaman global akibat dampaknya yang dahsyat terhadap warga sipil.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan tahun lalu oleh Kementerian Urusan Diaspora dan Penanggulangan Antisemitisme Israel, sebanyak 66% dari orang Yahudi Amerika berusia 14-18 tahun menyatakan simpati mereka terhadap Palestina di tengah eskalasi kekerasan.

Sementara debat tentang kebebasan berbicara, aktivisme, dan tuduhan antisemitisme terus memecah belah kampus-kampus di seluruh negeri, insiden ini menyoroti kompleksitas dan sering kali kontroversialnya perpotongan antara identitas, politik, dan advokasi dalam diskusi yang lebih luas tentang Israel dan Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.