Oleh: Samia Mustafa Mashhour
Ramadhan adalah bulan penuh berkah di mana pahala dilipatgandakan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyusun rencana agar dapat memaksimalkan ibadah bersama keluarga.
Persiapan ini bisa dimulai sejak bulan Sya’ban dengan berpuasa sunnah dan memperbanyak membaca Al-Qur’an, sehingga seluruh anggota keluarga terbiasa menjalankan ibadah dengan baik.
Berikut beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
- Fokus pada kualitas ibadah, bukan hanya kuantitas.
- Menjadikan kebiasaan baik di Ramadhan terus berlanjut setelahnya.
- Menyesuaikan aktivitas dengan usia masing-masing anggota keluarga.
- Mencatat rencana dan target keluarga selama Ramadhan.
- Menanamkan kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk.
Baca Juga: Fiqih Aulawiyat: Menentukan Skala Prioritas dalam Beramal
Al-Qur’an
Membaca dan memahami Al-Qur’an adalah salah satu ibadah utama di bulan Ramadhan.
Setiap anggota keluarga bisa membaca, merenungi, dan menghafal Al-Qur’an sesuai kemampuannya.
Alangkah baiknya jika diadakan sesi khusus membaca Al-Qur’an setiap hari selama setengah jam setelah shalat Ashar.
Menjaga Shalat
Shalat adalah tiang agama, dan di bulan Ramadhan, kita bisa lebih memperkuat ibadah ini.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Mengerjakan shalat fardhu tepat waktu dan berusaha khusyuk.
- Menunaikan shalat sunnah seperti Dhuha dan Tahajud sesuai kemampuan.
- Mengadakan shalat berjamaah di rumah, terutama shalat Tarawih.
Mempererat Tali Kekeluargaan
Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan keluarga. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seorang laki-laki membangunkan keluarganya di malam hari, lalu mereka shalat dua rakaat, maka mereka akan dicatat sebagai orang-orang yang berdzikir kepada Allah.”
Beribadah bersama, seperti membaca Al-Qur’an atau melaksanakan shalat Tahajud, akan mempererat hubungan keluarga.
Membiasakan Dzikir
Dzikir adalah cara sederhana untuk terus mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari.
Biasakan berzikir saat mengerjakan pekerjaan rumah, seperti bertasbih, beristighfar, memohon surga, dan perlindungan dari neraka.
Memanfaatkan Waktu untuk Berdoa
Doa adalah senjata orang beriman, terutama di bulan Ramadhan. Berdoa saat berpuasa, berbuka, serta di waktu-waktu mustajab seperti saat shalat Tahajud.
Jangan lupa mendoakan kaum muslimin yang membutuhkan pertolongan.
Kesederhanaan dalam Berbuka
Berbuka puasa adalah momen yang dinanti, namun penting untuk menjaga kesederhanaan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Berbuka puasa dengan makanan yang sederhana.
- Berbagi makanan berbuka dengan tetangga dan keluarga.
- Menghindari pemborosan dalam makanan dan belanja.
Menjalin Silaturahmi
Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan tetangga.
Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan:
- Menjenguk orang tua dan kerabat.
- Mengajak tetangga atau saudara berbuka puasa bersama.
- Menghubungi keluarga yang jauh melalui telepon atau media lainnya.
Berinfak dan Bersedekah
Bersedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Bersedekah kepada keluarga, tetangga, dan kaum muslimin yang membutuhkan.
- Menyiapkan kotak sedekah di rumah.
- Mengeluarkan zakat di bulan Ramadhan.
- Menyalurkan pakaian dan barang yang masih layak pakai kepada mereka yang membutuhkan.
Menghindari Berlebihan dalam Kenikmatan
Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri dari hal-hal yang berlebihan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang menyaksikan Ramadhan lalu tidak diampuni dosanya, maka ia akan gagal dan rugi.”
Kurangi kebiasaan makan berlebihan, tidur berlebihan, dan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Jangan Lewatkan: Gerakan Islam dan Prioritasnya – Perbedaan Antara Gerakan dan Kebangkitan
Memanfaatkan Hikmah Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penuh hikmah. Kita bisa mengamalkan nilai rahmat, ampunan, dan kesabaran.
Puasa juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, sebagaimana firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar
Puasa juga melatih kita untuk menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Beberapa hal yang perlu dihindari:
- Melihat dan mendengar hal yang tidak bermanfaat.
- Mengucapkan kata-kata yang tidak baik.
- Menghabiskan waktu untuk hiburan yang melalaikan.
Sepakati dengan anak-anak sebelum Ramadhan mengenai tontonan yang boleh mereka saksikan agar mereka tetap fokus pada ibadah.
Ramadhan adalah momen yang tepat untuk melibatkan anak-anak dalam ibadah dan membentuk kebiasaan baik.





