Oleh: syaikh Yusuf al-Qaradhawi.
Kemuliaan bagi Allah, segala puji hanyalah bagi Nya. Maha Suci Allah, yang telah menciptakan bumi dengan segala keindahan dan kebaikan.
Allah menjadikan bumi sebagai pelindung bagi manusia, dengan rumput hijau yang menyejukkan dan tanah yang memberikan kehidupan.
Subhanallah walhamdulillah. Segala puji bagi Rabb yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna.
Baca Juga: Akhlak Asas Pembentukan Diri Seorang Muslim
Pentingnya Lingkungan bagi Kehidupan Manusia
Baru-baru ini, saya diundang untuk menghadiri konferensi di Amman, ibu kota Kerajaan Yordania.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Yayasan Pemikiran Al-Bayt Islam dan berfokus pada tema “Islam, Lingkungan, dan Kehidupan.”
Tema ini sangat relevan karena lingkungan telah menjadi perhatian global, tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi seluruh dunia, termasuk umat Kristen dan lainnya.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang mengelilingi manusia, baik itu makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, maupun benda mati seperti langit dan bumi.
Lingkungan memengaruhi manusia, dan sebaliknya, manusia juga memengaruhi lingkungan.
Misalnya, lingkungan seseorang yang tinggal di desa berbeda dengan yang tinggal di kota. Setiap lingkungan memiliki dampak tersendiri terhadap perilaku dan kehidupan manusia.
Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku Manusia
Al-Qur’an dan hadits telah mengajarkan betapa pentingnya lingkungan dalam membentuk karakter manusia.
Sebagai contoh, Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang Arab di gurun memiliki sifat yang berbeda karena pengaruh lingkungan mereka.
Bahkan dalam sejarah, ada kisah tentang seorang penyair yang awalnya kasar, tetapi berubah menjadi penyair cinta setelah dibimbing oleh seorang khalifah yang bijak.
Ini menunjukkan bahwa lingkungan dapat mengubah seseorang secara signifikan.
Di era modern ini, dampak manusia terhadap lingkungan semakin terasa.
Eksploitasi sumber daya alam, pencemaran air, laut, dan udara telah menimbulkan masalah serius bagi kehidupan.
Manusia mulai merasakan akibat dari kerusakan lingkungan, seperti polusi yang mengancam ekosistem dan kesehatan.
Keseimbangan dalam Ciptaan Tuhan
Allah menciptakan alam semesta dengan keseimbangan yang sempurna.
Segala sesuatu di alam ini memiliki proporsi dan peran yang seimbang, mulai dari air yang turun dari langit hingga tumbuhan yang tumbuh di bumi.
Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (QS. Al-A’raf: 56).
Ini adalah peringatan bagi manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak merusaknya.
Jangan Lewatkan: Rumah Kita di Bulan Ramadhan: Program yang Disarankan untuk Keluarga
Tugas Manusia sebagai Khalifah di Bumi
Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi dengan tiga tujuan utama: beribadah, memakmurkan bumi, dan menjaga keseimbangan alam.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Raghib Al-Isfahani, manusia diciptakan untuk menyembah Allah, memimpin bumi, dan membangun kehidupan yang harmonis.
Islam adalah agama yang sangat peduli terhadap lingkungan.
Ajaran Islam mengajak manusia untuk menjaga dan melestarikan alam, tidak merusaknya, dan memanfaatkannya dengan bijak.
Kepedulian ini tidak ditemukan dalam agama atau filsafat lain dengan tingkat kedalaman yang sama. Oleh karena itu, sebagai umat
Muslim, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
Subhanallah, segala puji bagi Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan seimbang. Mari kita jaga bumi ini untuk generasi mendatang.





