Indahnya “Kesendirian” di Bulan Ramadhan yang Istimewa

by -132 Views
Keutamaan dan Makna Bulan Ramadhan: Spiritualitas, Sejarah, dan Hikmah

oleh: Imam Hasan al Banna.

Ada saat-saat manis ketika seseorang menyendiri setelah seharian bekerja dan menghadapi hiruk-pikuk kehidupan.

Dalam kesunyian, jiwa terasa bebas untuk berimajinasi dan menikmati ketenangan.

Ramadhan adalah waktu istimewa di mana seseorang dapat mengasingkan diri dari dunia material dan membiarkan jiwanya melayang dalam dunia spiritual yang penuh keindahan dan kebahagiaan.

Baca Juga: Mempersiapkan Anak-Anak Menyambut Bulan Ramadhan

Ramadhan sebagai Waktu Penyegaran Jiwa

Seperti halnya istirahat yang diperlukan untuk memulihkan tenaga, Ramadhan hadir sebagai waktu penyegaran jiwa.

Seluruh ciptaan Allah memiliki pola istirahat, seperti malam yang memisahkan dua siang dan tidur yang memisahkan dua kondisi terjaga. Tanpa jeda ini, kehidupan akan terasa melelahkan dan tidak seimbang.

Ramadhan menjadi titik balik dalam setahun, saat jiwa yang telah larut dalam kehidupan duniawi dapat kembali pada hakikatnya.

Bulan ini membawa manusia pada pengasingan spiritual, membebaskan mereka dari rutinitas duniawi, dan mendekatkan diri pada kebahagiaan sejati yang didambakan oleh hati.

Ramadhan dalam Sejarah Arab dan Islam

Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab telah memuliakan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk beribadah dan mengasingkan diri.

Mereka beribadah kepada Allah pada siang dan malam, hingga akhir bulan Ramadhan, sebelum kembali menjalani kehidupan mereka seperti biasa.

Demikian pula, Rasulullah ﷺ menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk berkontemplasi sebelum menerima wahyu.

Hingga akhirnya, dalam bulan Ramadhan, Allah memuliakan dunia dengan risalah-Nya, menjadikan Rasulullah sebagai rahmat bagi semesta alam.

Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan

Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di bulan Ramadhan, di antaranya:

  1. Turunnya Al-Qur’an
    Al-Qur’an pertama kali diturunkan di bulan Ramadhan, seperti yang difirmankan dalam Al-Baqarah: 185. Kitab suci ini adalah petunjuk, penyegar jiwa, obat hati, dan penyembuh bagi roh.
  2. Perang Badar
    Perang yang menjadi tonggak kemenangan umat Islam terjadi di bulan Ramadhan. Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin meskipun mereka dalam kondisi lemah (Ali Imran: 123).
  3. Penaklukan Mekkah
    Pada bulan Ramadhan, Mekkah ditaklukkan dan Islam menyebar luas di Jazirah Arab. Peristiwa ini menandai kemenangan iman atas kemusyrikan (Al-Fath: 1-3).
  4. Lailatul Qadar
    Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini turun di bulan Ramadhan, membawa keberkahan dan dihadiri oleh malaikat serta Ruh yang terpercaya.

Amalan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang siang harinya diisi dengan puasa dan malamnya dengan salat. Rasulullah ﷺ memberikan teladan dengan:

  • Puasa sebagai kewajiban yang diperintahkan Allah kepada umat-Nya.
  • Kedermawanan, di mana beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan dibandingkan waktu lainnya.
  • Salat malam dan doa, baik dalam jamaah maupun secara pribadi di rumah.
  • Mengkaji Al-Qur’an bersama Jibril, karena Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
  • I’tikaf di sepuluh malam terakhir, membangunkan keluarganya dan meningkatkan ibadah.

Para sahabat dan generasi setelahnya mengikuti jejak Rasulullah ﷺ, mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah.

Realitas Ramadhan di Masa Kini

Namun, di zaman ini, banyak yang melalaikan hakikat Ramadhan. Ada yang secara terang-terangan meninggalkan puasa, memamerkan kemaksiatan, dan meremehkan bulan suci ini.

Bahkan, sebagian pemimpin dan orang-orang terpandang ikut mencontoh kebiasaan buruk ini, sehingga firman Allah dalam Al-An’am: 123 seolah nyata bagi mereka.

Ada pula yang menjalani Ramadhan hanya secara fisik, tetapi tidak memahami makna spiritualnya. Mereka sibuk dengan kesenangan duniawi, menghabiskan malam dengan hiburan, dan menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk pesta, bukan ibadah.

Jangan Lewatkan: Rumah Kita di Bulan Ramadhan: Program yang Disarankan untuk Keluarga

Kembali ke Hakikat Ramadhan

Wahai kaum Muslimin, Ramadhan adalah kesempatan berharga yang mungkin tidak akan kita temui lagi di tahun berikutnya. Manfaatkanlah waktu ini untuk menyegarkan jiwa, memperbanyak amal saleh, dan mencari ridha Allah. Hanya dengan cara inilah kita bisa mendapatkan berkah dan hidayah yang sejati.

Semoga Allah membimbing kita semua untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan. Aamiin.

Artikel ini dimuat dalam surat kabar Ikhwanul Muslimin, Edisi 35, Tahun 2, 27 Ramadan 1353 H (3 Januari 1935 M).

sumber: ikhwanonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.